Tasawuf atau ilmu akhlak bathin adalah dimensi spiritual dalam Islam yang menekankan pada pembersihan hati (tazkiyatun nafs) dan kedekatan diri kepada Allah. Dalam tradisi Aswaja, tasawuf adalah bagian integral dari keislaman yang tidak bisa dipisahkan dari aqidah dan syariat.
Hubungan Syariat dan Tasawuf
Imam Malik rahimahullah berkata: "Barangsiapa bertasawuf tanpa berfiqih, maka ia zindiq. Barangsiapa berfiqih tanpa bertasawuf, maka ia fasiq. Dan barangsiapa menggabungkan keduanya, maka ia telah meraih hakikat."
Penyakit Hati yang Harus Dijauhi
- Riya — Beramal untuk dilihat dan dipuji orang lain
- Ujub — Membanggakan diri sendiri dan merasa lebih baik dari orang lain
- Hasad — Iri hati dan tidak rela melihat kebaikan orang lain
- Hubbud dunya — Terlalu cinta dunia hingga melupakan akhirat
Sifat Hati yang Harus Ditumbuhkan
Sebaliknya, seorang muslimah harus menumbuhkan sifat-sifat terpuji: ikhlas, tawadhu (rendah hati), qanaah (merasa cukup), tawakkal, dan mahabbah (cinta kepada Allah). Sifat-sifat ini terbentuk melalui mujahadah (perjuangan melawan hawa nafsu) dan muraqabah (merasa selalu diawasi Allah).